Penghargaan Achmad Bakrie untuk Penemu Gama-CHA

Ditengah pemeo hasil penelitian Dokter Gigi Indonesia hanya akan berakhir dalam publikasi jurnal ilmiah, Prof. drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D. dari Universitas Gadjah Mada membuktikan sebaliknya. Sebagai pelopor rekayasa jaringan dan biokeramik medis di Indonesia, ia menciptakan Gama-CHA, bone graft berbasis karbonat apatit pertama di Indonesia. Produk tersebut telah memperoleh izin edar Kementerian Kesehatan, diproduksi secara massal, dan secara nyata telah diaplikasikan banyak dokter gigi Indonesia kepada pasien-pasiennya.  


Atas prestasinya tersebut, Ika Dewi Ana mendapat penghargaan Achmad Bakrie XXII 2026 untuk Bidang Kesehatan. Penghargaan yang mengusung tema “Aksi Nyata untuk Indonesia” ini telah berlangsung sebanyak 22 kali sejak 2003, pada tahun ini ini selain kepada Ika Dewi Ana, penghargaan juga diberikan kepada Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, B.Eng., M.Eng., Ph.D. di bidang Sains & Teknologi, Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si di bidang Pemikiran Sosial, serta Butet Kartaredjasa di bidang Seni & Budaya.

Empat penghargaan tersebut diberikan pada tanggal 26 Agustus 2026 bertempat di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Ketua Dewan Juri Penghargaan Achmad Bakrie XXII, Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng, menegaskan bahwa ukuran penghargaan bukan semata pencapaian individual, tetapi juga  memperlihatkan satu hal penting yaitu Indonesia tidak dibangun hanya oleh mereka yang bekerja di ruang-ruang kekuasaan. Indonesia juga dibangun oleh mereka yang tekun meneliti, merawat, berpikir, mencipta, dan terus berkarya. Bukan sekadar siapa yang berprestasi, tetapi apa yang diwujudkan.

Penghargaan Achmad Bakrie (PAB) adalah bentuk apresiasi Keluarga Bakrie, melalui Bakrie Untuk Negeri bekerjasama dengan Freedom Institute dan VIVA Group kepada anak bangsa yang memiliki capaian dan telah melahirkan masterpiece, yang tidak sedikit, di antaranya meraih pengakuan hingga menembus batas-batas negara. Dalam memilih penerima penghargaan, dilakukan proses penjurian oleh dewan juri secara independen dengan integritas kepakaran yang tidak diragukan. [Artikel : Kosterman Usri; Foto : Viva; Editor : Messya Rachmani]

Posting Komentar untuk "Penghargaan Achmad Bakrie untuk Penemu Gama-CHA"