Asosiasi Klinik dan Laboratorium Gigi
Indonesia (ASKLIGI) bukan organisasi saingan Persatuan Dokter Gigi Indonesia
(PDGI), demikian ditegaskan oleh Dr. R. M. Sri Hananto Seno, drg., SP.BMM(K).,
MM. selaku Ketua ASKLIGI di sela-sela acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I ASKLIGI
yang berlangsung 17-18 April 2026 di Hotel Gren Alia Jakarta. Lebih lanjut Ketua
ASKLIGI mengatakan PDGI berfokus pada
etika dan kompetensi dokter gigi, sementara ASKLIGI lebih berorientasi pada
pengelolaan klinik dan sistem pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya justru terbuka
ruang kolaborasi dengan PDGI untuk meningkatkan pelayanan kesehatan gigi di
Indonesia.
Dalam sambutan pada pembukaan Rakernas I ASKLIGI
yang juga dihadiri Direktur Utama BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Prihati
Pujowaskito, Sp.JP(K)., FIHA., MMMRS. tersebut, Hananto Seno mengatakan ASKLIGI
hadir dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehtan gigi dan mulut di
Indonesia. Organisasi ini memiliki visi besar untuk menjadi penghubung
strategis antara penerima pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, fasilitas
pelayanan, dan regulator. ASKLIGI diharapkan mampu mempermudah koordinasi antar tenaga kesehatan gigi dan mulut;
menjadi mediator antara pemberi layanan,
masyarakat, dan regulator; membantu
negara dalam pengawasan mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut serta membantu mengendalikan biaya pelayanan agar tetap sesuai standar
nasional.
Sementara itu untuk layananan kepada anggota,
ASKLIGI memfasilitasi bantuan akreditasi klinik melalui tim khusus yang
membantu sesuai standar akreditasi pemerintah, pengelolaan limbah medis, sistem
promosi dan manajemen klinik, perlindungan hukum dan asuransi, serta penyelesaian
konflik antara dokter, pasien, klini - laboratorium, dan BPJS.
Sebagai organisasi, ASKLIGI yang di deklarasikan di
Hotel Lume'os Cempaka Putih Jakarta, 25 Februari 2025 menunjukkan
pertumbuhan yang signifikan. Hal ini terutama terjadi setelah bergabungnya
jaringan klinik besar seperti Klinik Gigi FDG yang memiliki 65 cabang serta
Klinik Gigi OMDC yang memiliki lebih dari 30 cabang. Jumlah ini diperkirakan akan terus
bertambah seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya kolaborasi dalam
pelayanan kesehatan gigi.
Artikel, Foto : Vita Ekaviasta Putri; Editor : Messya Rachmani
Posting Komentar untuk "ASKLIGI Tidak Saingi PDGI"