Mikrobiome Pengaruhi Kesehatan Gigi dan Mulut

Gangguan keseimbangan microbiome dapat berkaitan dengan pembentukan plak, gigi berlubang, radang gusi, hingga bau mulut. Perawatan kesehatan gigi tidak hanya bertujuan membersihkan gigi, tetapi juga menjaga kondisi rongga mulut tetap seimbang. Itulah yang menjadi alasan kenapa keseimbangan microbiome mulut sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat dijadikan topik Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026.

BKGN adalah acara rutin dari PT Unilever Indonesia, Tbk. melalui merek Pepsodent yang diselenggarakan rutin setiap tahun sejak 17 tahun yang lalu bekerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), serta Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (AFDOKGI).

Gangguan keseimbangan microbiome dapat berkaitan dengan pembentukan plak, gigi berlubang, radang gusi, hingga bau mulut. Karena itu, perawatan kesehatan gig tidak hanya bertujuan membersihkan bakteri, tetapi juga menjaga kondisi rongga mulut tetap seimbang. Melalui BKGN 2026, pemahaman mengenai microbiome mulut diperkenalkan sebagai bagian dari langkah preventif untuk mendukung kesehatan gigi dan mulut dalam jangka panjang.

Menurut Ketua AFDOKGI, Prof. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D., rongga mulut merupakan komunitas mikroba terbesar kedua dalam tubuh manusia dan dihuni lebih dari 700 spesies mikroorganisme. Microbiome tersebut terdiri dari bakteri baik dan bakteri yang berpotensi merugikan. Ketika keseimbangannya terganggu atau saat mengalami disbiosis, bakteri yang merugikan dapat berkembang lebih dominan dan memicu berbagai masalah kesehatan gigi.

Kick-off Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026 berlangsung di SDN Menteng 01, Jakarta, Kamis 17 September 2026 dengan dihadiri oeh Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dante Saksono Harbuwono. Dalam sambutannya beliau mengatakan masalah gigi tidak seharusnya baru ditangani ketika sudah sakit. Pemeriksaan secara rutin setiap enam bulan diperlukan untuk mendeteksi masalah sejak dini, disertai kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut setiap hari.

BKGN 2026 akan berlangsung selama Oktober hingga Desember 2026 di 29 Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) yang tersebar di selurun Indonesia. Selain itu, bekerja sama dengan PDGI juga akan memberikan edukasi di enam kota dan kabupaten di Jawa Barat serta sejumlah daerah terdampak bencana, yaitu Nusa Tenggara Timur dan Papua. BKGN 2026 dititik beratkan pada komunitas pesantren dan komunitas ibu sebagai penggerak kebiasaan baik di lingkungan masing-masing. Diharapkan BKGN 2026 tidak hanya menghadirkan pemeriksaan, tetapi juga mendorong tindakan preventif dan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut secara berkelanjutan. [Artikel : Aulia Dewi; Foto : Unilever; Editor : Messya Rachmani]


Posting Komentar untuk "Mikrobiome Pengaruhi Kesehatan Gigi dan Mulut"