Oleh : Insyirah Mahdaly - Mahasiswi Program Sarjana Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya
Salah satu masalah serius yang tengah dihadapi dunia saat ini adalah krisis iklim global. Semua sektor pun berusaha mengambil langkah-langkah keberlanjutan untuk menghadapi tantangan ini, tidak terkecuali sektor kedokteran gigi. Praktik kesehatan gigi memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap lingkungan, mulai dari limbah kimia hingga limbah infeksius. Seperti yang dijelaskan oleh sebuah organisasi internasional profesi kedokteran gigi – FDI World Dental Federation – Inggris menghasilkan 2,4 miliar limbah plastik sekali pakai dari prosedur kesehatan gigi setiap tahunnya. Masalah ini tentunya sangat penting untuk diangkat dan diselesaikan guna terciptanya praktik kesehatan gigi yang lebih berkelanjutan. Ironisnya, isu ini belum mendapat perhatian serius dari banyaknya Fakultas Kedokteran Gigi di dunia, termasuk Indonesia.
Menanggapi masalah ini, FDI, bekerjasama dengan University of Sheffield, mengembangkan modul pembelajaran Sustainability in Dentistry. Modul tersebut berbentuk slide presentasi dari berbagai bidang kedokteran gigi. Terdapat 20 berkas topik klinis seperti bidang konservasi gigi, bedah mulut, implantologi, ortodonsia, dll. Selain itu, terdapat juga 5 berkas topik non-klinis seperti manajemen praktik kedokteran gigi, biomaterial kedokteran gigi, teknologi kedokteran gigi, dll. Semua berkas tersebut dapat diakses dengan mudah oleh dosen kedokteran gigi ataupun pengembang kurikulum melalui situs fdiworlddental.org. FDI juga menyiapkan panduan penggunaan slide tersebut secara rinci, mulai dari cara mengakses, mengedit, dan menyisipkan materi ke dalam kuliah. Bahan ajar pada modul tersebut diharapkan dapat diimplementasikan dalam proses belajar-mengajar di Fakultas Kedokteran Gigi.
Transformasi menuju keberlanjutan di bidang kedokteran gigi adalah sebuah keharusan. Dunia telah banyak bertransformasi dengan sigap. Kini saatnya sektor kedokteran gigi ikut serta. Dokter gigi bukan hanya menyembuhkan gigi yang sakit, tetapi juga bumi yang terancam. Modul-modul tersebut hadir sebagai solusi inovatif yang bisa diterapkan oleh semua institusi pendidikan, termasuk universitas di Indonesia. Sudah banyak data-data yang membuktikan bahwa praktik kesehatan gigi memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, topik keberlanjutan ini penting untuk dimasukkan dalam kurikulum kedokteran gigi, bukan hanya karena tren global, tetapi karena ini merupakan solusi yang baik untuk menciptakan dokter gigi profesional yang peduli terhadap lingkungan dan sosial. Kini saatnya fakultas kedokteran gigi di Indonesia bertanya “Apakah kami akan menjadi bagian dari solusi, atau tetap menjadi bagian dari masalah?”.
Posting Komentar untuk "Wujudkan Pendidikan Kedokteran Gigi yang Berkelanjutan: Siapkah Indonesia Terapkan Modul dari FDI?"