Jejaring nasional
mahasiswa kedokteran gigi perlu diperkuat. Melalui kegiatan bersama, diharapkan
lahir sesuatu yang berguna untuk sesama mahasiswa bahkan berdampak nyata pada
masyarakat. Demikian disampaikan Christopher Daru Bagaskoro, Ketua Panitia
Pra-Musyawarah Nasional XIX Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia
(Pra-Munas XIX PSMKGI) di sela-sela kegiatan yang diselenggarakan di Yogyakarta
pada 29 Januari - 1 Februari 2026.
PSMKGI sendiri merupakan satu-satunya organisasi
mahasiswa kedokteran gigi di Indonesia yang berdiri secara independen dalam
skala nasional dan kini memasuki tahun ke-34. Selama perjalanan organisasi,
PSMKGI mencatat berbagai prestasi melalui kegiatan keilmiahan, pengabdian
masyarakat, dan advokasi. Salah satu agenda nasionalnya, Pra-Munas,
diselenggarakan sekali dalam satu periode untuk mengevaluasi kinerja pengurus
pada setengah masa jabatan serta menetapkan arah program kerja ke depan.
Daru lebih lanjut mengatakan temuan awal panitia menunjukkan bahwa banyak mahasiswa kedokteran gigi yang selama ini belum terpapar informasi mengenai PSMKGI. Kondisi inilah yang menjadi salah satu landasan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (BEM KM FKG UGM) bersedia menjadi tuan rumah Pra-Munas, “saya rasa, secara keseluruhan PSMKGI merupakan organisasi yang cukup besar dan sudah sangat terfokus di bidang kedokteran gigi, jadi saya rasa perlu mengenalkan organisasi ini secara lebih luas agar dampaknya terasa lebih besar,” ujar Daru.
Pra-Munas XIX PSMKGI merupakan rapat tahunan yang
untuk penyelenggaraan tahun ini diorganisir oleh BEM KM FKG UGM sebagai tuan rumah.
Ketua panitia menyampaikan bahwa Pra-Munas tidak hanya dibuat sebagai
forum internal, tetapi juga sebagai ruang diskusi bersama untuk memperkuat
soliditas organisasi agar lebih berdampak. “Banyak pendapat bukan suatu
perbedaan, tapi justru kekayaan,” ujarnya, menekankan pentingnya ruang diskusi
yang terbuka. Ia juga menambahkan bahwa hingga kini, masih banyak mahasiswa
yang belum terpapar informasi mengenai PSMKGI, sehingga momentum Pra-Munas
diharapkan dapat memperluas pemahaman dan keterlibatan mahasiswa kedokteran
gigi di seluruh Indonesia.
Sebagai upaya memperluas jangkauan, panitia
menyusun rangkaian pra-event. Kegiatan seperti fun run yang mengundang
partisipasi umum dan layanan medical check-up gratis dirancang untuk memberikan
dampak nyata pada masyarakat dengan memperkenalkan PSMKGI. Selain itu,
rangkaian acara meliputi lomba poster publik, video edukasi, dan literature
review, memberi ruang bagi mahasiswa untuk mempresentasikan karya dan
memperkaya kapasitas ilmiah.
[Berita: Aulia Dewi; Editor: Messya Rachmani]

Posting Komentar untuk "Mahasiswa Kedokteran Gigi Perlu Membangun Jejaring Nasional"