25% Dokter Gigi Tidak Praktek

Seperempat  atau 25% dokter gigi yang memiliki Surat Tanda Register (STR) tidak praktek, demikian disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono saat memberikan sambutan pada peringatan hari ulang tahun Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) ke 76 di Grha PDGI Jakarta. Lebih lanjut Wamenkes mengatakan, dari data cek kesehatan gratis, masalah gigi di Indonesia cukup signifikan, 1 dari 3 anak balita mengalami karies gigi, 1 dari 2 anak sekolah mengalami masalah gigi, 2 dari 5 orang dewasa mengalami masalah gigi, serta 3 dari 5 lansia mengalami masalah gigi.


Menurut Wamenkes masalahnya adalah sekitar 4.000 Puskesmas tidak memiliki dokter gigi, padahal lulusannya sekitar 2.000 – 3.000 setiap tahunnya. Oleh karena itu akan dilakukan upaya pemberdayaan dokter gigi, menurutnya kebanyakan dokter gigi adalah perempuan ikut suami sehingga susah untuk berpindah-pindah di Puskesmas. “Tapi nanti kita akan berdayakan dokter gigi muda belum berkeluarga yang baru lulus dalam program internship” demkian disampaikan Wamenkes seraya mengatakan bahwa PDGI adalah mitra strategis bagi pemerintah untuk menaggulangi masalah kesehatan gigi.

Acara Peringatan HUT PDGI yang dihadiri oleh jajaran Pengurus Besar dan beberapa perwakilan dari organisasi profesi lain berlangsung sederhana dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Pengurus Besar (PB) PDGI. Dalam sambutannya Ketua PB PDGI, memperkenalkan unit usaha milik PDGI, diantaranya Rekam Medik Elektronik, e-Commerce, dan Klinik Gigi PDGI Dental Care. Pada kesempatan tersebut Wamenkes Dante Saksono Harbuwono juga melakukan peninjauan ke PDGI Dental Care yang menempati lantai 1 gedung Grha PDGI.

[Berita, Foto : Humas PB PDGI; Editor : Messya Rachmani]


Posting Komentar untuk "25% Dokter Gigi Tidak Praktek"