UGM Berikan Subsidi Biaya Pasien Koas Calon Dokter Gigi

Koas calon dokter gigi terpaksa membayarkan pasien yang dirawatnya, telah lama menjadi momok memberatkan mahasiswa di hampir semua institusi pendidikan dokter gigi. Kondisi ini menjadi semakin parah saat pembiayaan dari Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mulai digulirkan tahun 2014. Pasien lebih memilih dirawat “gratis” oleh dokter gigi di Puskesmas atau Klinik Pratama daripada “dirawat oleh Koas” dan harus membayar pula. Sebagai jawaban terhadap permasalahan ini, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Prof. Soedomo UGM meluncurkan Program Subsidi Pelayanan Koas FKG UGM, pada Kamis 1 Oktober 2026.

Kepada Dentamedia, Direktur Utama RSGM Prof. Soedomo UGM, drg. Margareta Rinastiti, M.Kes., Sp.KG. Subsp.KR(K)., Ph.D. mengatakan, subsidi ini membayarkan pasien Koas untuk requirement wajib yang bukan tindakan pengulangan. Dengan demikian pasien maupun koas tidak perlu membayar biaya tindakan. Sedangkan untuk biaya pendaftaran, Dirut RSGM mengatakan “biaya pendaftaran masih ada, namun disubsidi Rp. 10.000 rupiah, dari yang biasanya Rp. 25.000 rupiah, menjadi Rp. 15.000 rupiah saja”.

Dekan FKG UGM, Prof. drg. Suryono, SH, MM, Ph.D., mengatakan program subsidi tersebut merupakan salah satu gagasan yang telah lama diupayakan sejak dirinya mulai menjabat sebagai dekan. Program ini diharapkan dapat mengurangi beban mahasiswa pendidikan profesi dalam memenuhi kebutuhan pelayanan pasien selama menjalani pendidikan klinis. “sebenarnya ini cita-cita saya sejak awal menjadi Dekan, bagaimana anak-anak koas ini tidak terbebani untuk membayar pasien, kemudian saya sampaikan ke Direktur RSGM dan alhamdulillah direspons dengan baik sampai akhirnya program ini bisa terwujud,” ujar Suryono. Menurut beliau dukungan subsidi yang diberikan mencapai angka sekitar Rp5 miliar per tahun.

Direktur RSGM UGM Prof. Soedomo, drg. Margareta Rinastiti, M.Kes., Sp.KG., Subsp.KR(K)., Ph.D., menyampaikan bahwa peluncuran program tersebut menjadi bagian penting dari komitmen bersama FKG UGM dan RSGM Prof. Soedomo UGM dalam mendukung pendidikan profesi sekaligus pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, pendidikan klinis tidak hanya menuntut mahasiswa menguasai keterampilan klinis, tetapi juga menghadapkan mereka pada berbagai kebutuhan selama memberikan pelayanan kepada pasien. Melalui program ini, beban tersebut mulai ditanggung bersama oleh institusi. “ Saya kira ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan pendidikan klinis kita. Untuk pertama kalinya, beban tersebut kita tanggung bersama antara rumah sakit dan fakultas melalui program subsidi pelayanan koas,” ujar Margareta. [Sumber : UGM; Artikel : Aulia Dewi; Foto: UGM; Editor : Messya Rachmani]


Posting Komentar untuk "UGM Berikan Subsidi Biaya Pasien Koas Calon Dokter Gigi"